Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Suksesnya Program Organisasi Penggerak (POP) Membuat Gebrakan di Dunia Pendidikan

Jakarta, 27 November 2023 - Program Organisasi Penggerak (POP), yang merupakan inisiatif Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk melibatkan masyarakat dalam meningkatkan mutu pendidikan, telah memasuki tahun ketiga dengan pencapaian yang mengesankan. Berbagai organisasi masyarakat (ormas) yang terlibat telah berhasil meningkatkan mutu pendidikan melalui program-program mereka di bidang literasi, numerasi, dan penguatan karakter.

Sebuah sinergi revolusioner antara Kemendikbudristek dan sejumlah organisasi pendidikan terkemuka telah mengubah paradigma pendidikan di Indonesia. Keberhasilan para ormas pelaksana POP disampaikan dalam Simposium POP 2023 yang diselenggarakan oleh Kemendikbudristek pada 23-26 November 2023 di Novotel Mangga Dua Square Jakarta. Simposium dengan tema "Perluasan Praktik Baik dan Kolaborasi Organisasi Penggerak dalam Menyukseskan Merdeka Belajar" dihadiri oleh pimpinan ormas, Kepala Dinas Pendidikan mitra pelaksana POP, dan para guru sasaran POP di wilayah Jabodetabek. Dari 133 ormas yang diberi kesempatan, 51 di antaranya menyampaikan praktik baik intervensi di jenjang PAUD, SD, dan SMP.

Nunuk Suryani, Direktur Jenderal dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek, menyampaikan apresiasi terhadap kesuksesan program dari 133 ormas. Menurutnya, kunci keberhasilan terletak pada kebijakan Merdeka Belajar 4 yang membuka pintu bagi ormas berdedikasi tinggi untuk berpartisipasi dalam pelatihan pendidik dan tenaga kependidikan.

"POP ini merupakan program kolaborasi yang menghasilkan pencapaian luar biasa. Para ormas telah melaksanakan program-programnya dengan baik. Ke depan, kita berharap bisa menggerakkan praktik baik ini. Gerakan dari ormas tentu sangat berbeda maknanya dibandingkan dengan program lain yang selalu didampingi," kata Nunuk Suryani.

Rahmadi Widdiharto, Direktur Guru Pendidikan Dasar, menyampaikan progres hasil dari Program Organisasi Penggerak. Rahmadi menegaskan bahwa POP tidak hanya memberikan pelatihan dan praktik baik, tetapi juga menghadirkan perubahan nyata dalam kompetensi fundamental peserta didik.

"POP merupakan gotong royong pendidikan yang fokus pada peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Kolaborasi dengan ormas menjadi energi positif dan terbukti bahwa literasi dan numerasi di sekolah-sokolah sasaran intervensi para ormas telah meningkat. Ada banyak dampak positif terhadap hasil belajar peserta didik," jelas Rahmadi.

Hasil studi kuantitatif dan kualitatif menunjukkan peningkatan signifikan dalam skor Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), khususnya literasi dan numerasi. Survei karakter dan lingkungan belajar di sekolah sasaran POP juga mencerminkan perubahan positif yang mencolok.

Hibatun Wafiroh, Sekjen Ikatan Guru Indonesia (IGI), menyatakan bahwa POP telah memberikan dampak positif bagi progress literasi dan numerasi peserta didik di sekolah sasaran.

Iswahyudi, dari Yayasan Tunas Cahaya Bangsa, menyatakan bahwa POP telah memberi kesempatan berbagi yang lebih luas bagi program guru sekolah karya.

"Praktik baik yang selama ini kami lakukan lebih fokus pada penguatan karakter guru dan redefinisi pengajaran. POP lebih fleksibel dan memberikan ajang kreativitas ormas dalam berbagi. Semoga berkelanjutan," harap Iswahyudi.

Ninik Dwi Setiawati, guru sasaran POP dari Bangkalan, menyatakan sangat bersyukur mendapatkan intervensi. Ninik menyatakan bangga karena dengan adanya intervensi POP, sekolahnya kini dapat menerima dan melayani anak berkebutuhan khusus lebih baik lagi.

Iriyanti, guru SD dari Biak Numfor, sebagai salah satu guru sasaran POP juga menyatakan bersyukur karena dengan intervensi POP dapat meningkatkan keterampilan dasar membaca di tingkat SD. Tidak hanya pelatihan tentang strategi pembelajaran, tetapi juga bagaimana pemanfaatan media yang menarik.

Churotul Magfiroh, guru SMP dari Malang, menyatakan bersyukur menjadi guru sasaran POP karena mendapatkan intervensi dalam peningkatan program numerasi bagi peserta didik. Ada pendampingan dalam pengembangan model, media, dan asesmen dalam pembelajaran khususnya matematika.

POP bukan hanya program pendidikan biasa, tetapi sebuah gotongroyong massif dan inovatif yang memberikan perubahan nyata. Dalam perjalanan tiga tahunnya, POP telah membuktikan bahwa pendidikan berkualitas dapat diwujudkan dengan semangat merdeka belajar.

Sumber: https://www.igi.or.id/tiga-tahun-pop-igi-berperan-aktif-dalam-gotong-royong-tingkatkan-kualitas-pendidikan.html

Posting Komentar untuk "Suksesnya Program Organisasi Penggerak (POP) Membuat Gebrakan di Dunia Pendidikan"